Studi Kasus Permasalahan pada Sistem Informasi Akuntansi di PT. Garuda Indonesia
Garuda Indonesia (PT Garuda Indonesia
(Persero) Tbk; IDX: GIAA) adalah maskapai penerbangan nasional Indonesia.
Garuda adalah nama burung tunggangan Dewa Wisnu dalam legenda pewayangan. Pada
tahun 2007, maskapai ini bersama dengan maskapai Indonesia lainnya (termasuk
anak perusahaan Garuda Indonesia, Citilink), dilarang terbang menuju Eropa
karena kejadian yang menimpa pesawat Garuda Indonesia nomor penerbangan 200[3].
Setahun kemudian, maskapai ini menerima sertifikasi IATA Operational Safety Audit
(IOSA) dari IATA yang menunjukkan Garuda Indonesia telah memenuhi standar
keselamatan penerbangan Internasional.
PT. Garuda Indonesia, Tbk merupakan
perusahaan maskapai penerbangan yang pertama kali di Indonesia. Perusahaan ini
berinovasi untuk memberikan pelayanan terbaik kepada para konsumen. Semua sistem
yang digunakan untuk mempermudah segala akses, baik untuk kemudahan para
pekerja dalam mengelola perusahaan, maupun member kemudahan bagi konsumen untuk
dapatkan pelayanan yang terbaik. Saran Berdasarkan dari artikel tersebut
penulis dapat memberikan saran berharap Garuda Indonesia kini dapat berkembang
dengan baik, dengan melakukan perbaikan kualitas secara menyeluruh dengan memberikan
excellent service bagi seluruh penumpang sehingga visi Garuda Indonesia untuk
menjadi “perusahaan penerbangan yang handal dengan menawarkan layanan yang
berkualitas kepada masyarakat dunia menggunakan keramahan Indonesia”. Dan
Garuda Indonesia tidak boleh cepat merasa puas akan keberhasilan yang diraih,
agar visi tersebut semakin nyata dalam perjalanan hidup Garuda Indonesia
sehingga dapat mengharumkan nama Indonesia sebagai maskapai penerbangan
Indonesia yang terbukti dapat bersaing dengan maskapai penerbangan
international di kancah penerbangan internasional.
Dari
serangkaian masalah pengimplemantasian sistem lama ke sistem baru PT Garuda
Indonesia terdapat banyak pemasalahan yaitu :
I.
HUBUNGAN DATA DAN INFORMASI
II. PROSES
MANAJEMEN INFORMASI
III. KURANGNYA
PENGENDALIAN
IV. ARSITEKTUR
SISTEM YANG TIDAK BERJALAN SEMESTINYA
==================================
HUBUNGAN
DATA DAN INFORMASI
Sejatinya
hubungan data dan informasi tergambar pada penjelasan di bawah ini :
DATA MENTAH 👉 PROSES PENGUBAHAN SISTEM 👉 INFORMASI 👉 PENGAMBILAN KEPUTUSAN
Awalnya hanya berupa data mentah kemudian diproses melalui proses interpretasi yang kemudian menghasilkan informasi yang dibutuhkan suatu entitas dan dalam hal ini entitas tersebut adalah PT Garuda Indonesia. Permasalahan yang timbul dalam hubungan data dan informasi pada kasus PT Garuda Indonesia adalah sistem baru Integrated Operation Control System (IOCS) yang sejatinya digunakan untuk memantau pergerakan pesawat, awak dan lalu lintas penerbangan tidak berjalan. Ternyata, problemnya di jaringan. Tapi karena sistem tidak bisa diakses selama empat jam dan back up system tak ada maka terjadi kerancuan data. Crew movement tidak masuk ke sistem. Hal tersebut membuktikan bahwa proses interpretasi tidak berjalan dengan semestinya karena terjadi kendala pada jaringan sehingga sistem tidak bisa diakses dan tidak ada backup data maka terjadilah kerancuan data yang menimbulkan hilangnya informasi.
Daftar Pustaka:
https://www.researchgate.net/publication/344138124_TUGAS_SISTEM_INFORMASI_MANAJEMEN_IMPLEMENTASI_SISTEM_INFORMASI_MANAJEMEN_PADA_PT_GARUDA_INDONESIA_BAGIAN_ONLINE_SALES
https://www.scribd.com/doc/261115396/Permasalahan-PT-Garuda-Indonesia-Dari-Sudut-Pandang-Sistem-Informasi-Teknologi-Informasi
